Kegamangan Menghampiri Sesekali
Oleh : Aura Aulia Ada sejumlah rangkaian tahapan yang ku jalani dalam segala proses pengambilan keputusan. Tindakan terburu-buru selalu ku hindari, tapi bukan berati tahan dalam kegamangan. List pro-kontra, pendapat ahli yang aku gali dari buku-buku, sudut pandang lain dari orang-orang yang aku temui. Banyak tahapan untuk membuat ku meyankini segala keputusan yang kuambil adalah “benar.” “Rasa bersalah” dalam kekeliruan keputusan selalu aku kubur dengan alasan “Itu adalah keputusan terbaik dalam dari hasil kontemplasi pada saat itu oleh versi terbaiku dahulu. "Tegas sesuai visi, ontentik, menjungjung nilai moral dan spiritual rasanya selalu jadi pertimbangan, dan aku yakin apa yang aku putuskan. Mencoba percaya, dan kembali percaya, di tengah dilema moral yang hilir mudik. Aku tetap percaya, aku manusia yang tumbuh, pikiran makin terbuka, kepribadian membaik. Tapi entah mengapa rasa bersalah tetap saja menghantui dalam sunyi, dalam bagian lain dalam hati. Diam-diam aku mengutuk di...
