Kegamangan Menghampiri Sesekali
Oleh : Aura Aulia
Ada sejumlah rangkaian tahapan yang ku jalani dalam segala proses pengambilan keputusan.
Tindakan terburu-buru selalu ku hindari, tapi bukan berati tahan dalam kegamangan.
List pro-kontra, pendapat ahli yang aku gali dari buku-buku, sudut pandang lain dari
orang-orang yang aku temui. Banyak tahapan untuk membuat ku meyankini segala
keputusan yang kuambil adalah “benar.”
“Rasa bersalah” dalam kekeliruan keputusan selalu aku kubur dengan alasan
“Itu adalah keputusan terbaik dalam dari hasil kontemplasi pada saat itu oleh versi terbaiku dahulu.
"Tegas sesuai visi, ontentik, menjungjung nilai moral dan spiritual
rasanya selalu jadi pertimbangan, dan aku yakin apa yang aku putuskan.
Mencoba percaya, dan kembali percaya, di tengah dilema moral yang hilir mudik.
Aku tetap percaya, aku manusia yang tumbuh, pikiran makin terbuka, kepribadian membaik.
Tapi entah mengapa rasa bersalah tetap saja menghantui dalam sunyi, dalam bagian lain dalam hati.
Diam-diam aku mengutuk diriku sendiri.
Ada ribuan faktor di luar kendali yang mengikis, menyerap, mengerogoti sesekali.
Membuatku mempertanyakan keputusan-keputusan.
Yaa.. mungkin karena itu manusia terus berkembang, berproses, dan terus belajar.
Dibawah langit mendung Kota Cirebon, 18 Februari 2025.


Komentar
Posting Komentar